kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,39   -5,10   -0.54%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%
ADV /

Vaksinasi anak dan kesiapan sekolah terapkan prokes menjadi syarat PTM


Jumat, 26 November 2021 / 10:35 WIB
Vaksinasi anak dan kesiapan sekolah terapkan prokes menjadi syarat PTM

KONTAN.CO.ID - Setelah beberapa indikator menunjukkan penurunan kasus Covid-19, pemerintah mulai memperbolehkan aktivitas belajar tatap muka atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pasalnya, pemerintah mulai mengkhawatirkan peserta didik mengalami ketertinggalan pendidikan (learning loss) yang dapat berimbas pada kualitas SDM Indonesia beberapa tahun ke depan.

Orangtua pun menyambut antusias dimulainya PTM ini. “Sudah terlalu lama anak-anak belajar secara daring, mereka sudah sangat jenuh sehingga mengalami kesulitan untuk fokus pada materi yang disampaikan,” terang Fitri Ana, seorang Ibu yang mempunyai anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar.

Hal senada juga disampaikan oleh Verawati Ernana, tenaga pengajar di sebuah sekolah menengah swasta. Ia melihat para siswa menjadi kurang bersosialisasi dengan teman-temannya dan sangat kurang dalam berinteraksi dengan lingkungan sekolah.

Apalagi, lanjut Vera, pembelajaran daring kurang efektif. “Banyak materi yang sulit disampaikan jika melakukan pembelajaran secara jarak jauh,” ungkapnya pada Focus Group Discussion (FGD) Antisipasi Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka yang digelar Kontan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) beberapa saat lalu.

Vera pun tak menampik terjadinya learning loss pada siswa selama berlangsung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain terlihat dari kurangnya antusiasme siswa saat belajar daring, faktor lingkungan sangat berpengaruh menciptakan kepenatan dan kebosanan saat belajar. “Karena itu, belajar tatap muka diperlukan sebagai sarana siswa untuk relaks, karena ketika berada di sekolah siswa bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman sebaya dan juga mengeanl sekolah,” papar Vera.

Sayangnya, untuk melaksanakan PTM banyak upaya yang harus dilakukan. Utamanya, sekolah harus memenuhi berbagai protokol kesehatan seperti yang ditetapkan. Ambil contoh, sekolah harus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk cuci tangan, menyediakan masker dan hand sanitizer. Selain itu, tenaga pengajar dan staf sekolah juga harus sudah menerima vaksinasi Covid-19 dan secara rutin melakukan swab test antigen.

Vera pun mengatakan upaya ini tak mudah dipenuhi oleh sekolah lantaran anggaran yang terbatas. “Selain itu, pengawasan yang ketat juga harus menjadi catatan, terutama bagi siswa TK atau SD, karena kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai protokol kesehatan belum sepenuhnya dipahami dengan baik,” lanjutnya.  

Namun, yang penting dari semua itu adalah vaksinasi anak harus menjadi syarat dimulainya pembelajaran tatap muka. Meski pemerintah telah berusaha mempercepat vaksinasi anak, namun yang menjadi catatan adalah pemerataan distribusi vaksin untuk anak hingga mampu mencapai daerah-daerah yang sulit dijangkau belum terealisasi.  “Oleh karena itu, kami berharap ada sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Fitri.

Untuk mengetahui lebih banyak diskusi soal antisipasi dimulai pembelajaran tatap muka ini, Anda bisa mengikuti  FGD ini secara utuh di kanal Kontan TV.

Selanjutnya: Mengulas dampak kemitraan spesial yang dijalin bank digital


Reporter: Adv Team
Editor: indah sulistyorini
Tag

TERBARU

×