kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.030.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.42%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
ADV / ADV

#UnileverUntukIndonesia Dukung Pemulihan Ekonomi Melalui UMKM


Selasa, 11 Agustus 2020 / 18:15 WIB
#UnileverUntukIndonesia Dukung Pemulihan Ekonomi Melalui UMKM
ILUSTRASI. Kontan - Unilever Indonesia Adv Online

KONTAN.CO.ID - UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari BPS, pada tahun 2018 di Indonesia ada 64,2 juta UMKM. Dengan jumlahnya yang besar tersebut, UMKM berkontribusi 60,3 persen terhadap PDB Indonesia, serta menyerap 97 persen total tenaga kerja.

Namun, merebaknya pandemi COVID-19 membuat UMKM seperti mati suri. Untuk itu, melalui semangat #MariBerbagiPeran, Unilever Indonesia ingin membantu para UMKM tersebut untuk kembali bangkit di tengah pandemi. Bagi Unilever Indonesia, UMKM merupakan bagian yang sangat penting dari ekosistem bisnisnya dan telah menjadi bagian dari pertumbuhan Unilever sejak awal. Unilever Indonesia percaya bahwa sudah saatnya perusahaan-perusahaan besar membantu bisnis-bisnis kecil seperti UMKM untuk menghadapi era tatanan baru dengan semangat gotong royong.

Selain itu, dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2020, Unilever Indonesia juga meluncurkan kampanye #UnileverUntukIndonesia yang akan memberikan bantuan kepada 147.000 pedagang warung di ekosistem Unilever agar mereka tetap dapat berjualan untuk masa depan yang lebih baik.

Peluncuran kampanye tersebut dilakukan dalam sebuah webinar bersama Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia. Melalui tema besar #JagaUMKMIndonesia, Unilever percaya bahwa gotong-royong antara swasta dengan pemerintah sangat dibutuhkan agar para pelaku usaha kecil dapat terus maju di tengah era tatanan baru.

Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk., mengatakan, “Hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi, terlebih para pelaku UMKM. Gotong-royong berbagai pihak membantu penguatan UMKM sangat penting untuk kebangkitan kita bersama. Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM – khususnya para mitra pedagang warung kami – adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal kami berdiri.”

Adapun bantuan yang diberikan oleh Unilever Indonesia tersebut bertujuan agar para pelaku UMKM tetap sehat dan tetap berjualan di tengah pandemi. Untuk melindungi para pelaku UMKM dari bahaya COVID-19, Unilever Indonesia membagikan alat-alat kesehatan berupa pelindung wajah, masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan Lifebuoy, dan Wipol Karbol.

Unilever Indonesia juga mendorong 147.000 pedagang warung untuk memperbaiki cashflow dan kelancaran usaha mereka dengan menyumbangkan keuntungan dari transaksi dengan Unilever Indonesia selama tiga bulan ke depan. Sementara, tambahan modal usaha diberikan dalam bentuk e-coupon untuk digunakan melalui aplikasi Sahabat Warung, yakni sebuah platform digital yang diluncurkan untuk memudahkan para mitra warung dalam proses pemesanan barang, proses komunikasi, serta memangkas rantai distribusi.

Selain itu, Unilever juga akan mendukung perkembangan usaha mereka para UMKM melalui platform digital, seperti melalui strategi Road-to-Market yang terintegrasi secara digital berupa aplikasi Sahabat Warung, serta pelatihan literasi digital untuk mendorong pedagang warung bermigrasi ke platform e-commerce.

“Inilah salah satu perwujudan komitmen kami untuk terus mendukung para pelaku UMKM nusantara, semoga jadi penyemangat untuk kembali bangkit dan berkontribusi menuju Indonesia Maju,” ujar Hemant.

Turut hadir sebagai pembicara di webinar tersebut antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki yang diwakili oleh Staf Khusus Menkop UMKM Fikri Satari, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, serta Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin.

Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus berupaya mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk dengan mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM karena keberlangsungan operasional mereka yang menurun selama beberapa bulan terakhir. Untuk kembali membangkitkan UMKM, pemerintah secara khusus telah mengalokasikan stimulus sebesar Rp123,46 triliun.”

“Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan barang-barang di dalam negeri melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia, serta menyiapkan bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro dan beberapa upaya peningkatan kemampuan usaha mikro. Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah ketersediaan kredit modal kerja yang ditargetkan kepada 12 juta pelaku UMKM dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp2,4 juta. Untuk mendukung kebangkitan mereka, tentunya konsumsi masyarakat sebagai kontributor utama dari perekonomian Indonesia juga menjadi kunci,” ujar Airlangga.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki melalui Staf Khusus Menkop UMKM Fikri Satari mengatakan, dukungan Unilever Indonesia terhadap 147.000 warung melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia merupakan langkah konkret membantu UMKM yang tengah menghadapi kesulitan karena pandemi COVID-19. Sebab, selain membantu alat kebersihan dan sumbangan keuntungan, Unilever Indonesia juga membantu warung melakukan aktivasi platform digital. Program Unilever Indonesia ini dipandang sejalan dengan program “Belanja di Warung Tetangga” yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT BGR.

“Salah satu fokus KemenKopUKM adalah memastikan para pelaku UMKM untuk bertahan dari dampak pandemi serta bisa bersaing dalam pasar dengan masuk, terintegrasi secara berkelanjutan dalam rantai pasok industri. Saya berharap akan lebih banyak perusahaan tergerak untuk membantu UMKM seperti yang dilakukan Unilever Indonesia,” ujar Fikri.

Kampanye #UnileverUntukIndonesia ini melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan UMKM yang telah dijalankan Unilever Indonesia di bawah payung Selling with Purpose, yaitu sebuah program berkelanjutan yang didasari kepercayaan bahwa kesuksesan perusahaan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra UMKM.

“Kami tetap fokus pada keberlanjutan komitmen jangka panjang kami untuk terus bersama Indonesia, tidak hanya dalam kemudahan, tetapi terlebih lagi dalam mengatasi tantangan. Kami harap kampanye #UnileverUntukIndonesia dapat menjadi sebuah katalisator bagi gerakan di antara pihak swasta untuk bergotong-royong memajukan UMKM. Bersama-sama, kita percepat pemulihan ekonomi dengan mengembalikan kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa,” ujar Hemant.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa selain berfokus pada masalah kesehatan, pemerintah juga berfokus untuk menghidupkan ekonomi secara terukur. “Ini merupakan tantangan kita di kuartal 3 dan 4 mendatang. Langkah-langkah di bidang kesehatan masih sangat penting, namun kita bersama-sama juga mulai harus berupaya membangkitkan sisi sosial ekonomi dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Unilever Indonesia dalam membantu para pelaku UMKM. “Terima kasih kepada para pihak swasta yang ikut berkontribusi, bukan hanya dengan menyuplai barang, namun juga memberikan ketenangan," ujar Sri Mulyani.

 


Reporter: Adv Team
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

TERBARU

×