kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%
ADV / ADV

Susi Pudjiastuti : Pariwisata dan Perikanan Harus Tumbuh Bersama


Kamis, 23 Juli 2026 / 16:12 WIB
Susi Pudjiastuti : Pariwisata dan Perikanan Harus Tumbuh Bersama
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product Susi Pudjiastuti bercerita tentang bagaimana pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga alam sembari memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaatnya dalam sesi From Pangandaran to Sustainable Impact: Nature-Based Enterprise and Community Empowerment pada LESTARI Summit 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (22/7/2026). (dok. KG Media)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA, 22 Juli 2026 – Pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Prosesnya juga perlu menjaga sumber daya alam serta memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat dan sumber penghidupan dalam jangka panjang.

Prinsip tersebut dapat diwujudkan dengan mengembangkan berbagai potensi daerah secara beriringan, tanpa membuat satu sektor tumbuh dengan mengorbankan sektor lainnya.

Di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pendekatan itu berarti memastikan perkembangan pariwisata berjalan bersama dengan penguatan sektor perikanan, pelestarian ekosistem laut, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Pandangan tersebut disampaikan Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product Susi Pudjiastuti dalam sesi From Pangandaran to Sustainable Impact: Nature-Based Enterprise and Community Empowerment pada LESTARI Summit 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Berangkat dari pengalamannya lahir, tumbuh, dan membangun usaha di Pangandaran, Susi menilai, pembangunan perlu dirancang sebagai proses yang memperkuat ekonomi tanpa menghilangkan sumber daya alam ataupun sumber penghidupan yang telah menopang masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan selalu identik dengan penggusuran, kerusakan, atau hilangnya sumber ekonomi lain,” ujar Susi.

Susi memulai perjalanan usahanya dengan memperdagangkan hasil pertanian lokal, seperti cengkih dan kapulaga. Kecintaannya terhadap laut kemudian membawanya masuk ke sektor perikanan. Usahanya berkembang dari skala kecil hingga menjangkau pasar ekspor.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kekayaan daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan apabila dikelola sesuai dengan karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Namun, pembangunan tidak boleh hanya menghitung nilai ekonomi yang dihasilkan. Kelestarian sumber daya alam, keberlanjutan usaha, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari perencanaan.

Menumbuhkan ekonomi tanpa mengorbankan sumber daya alam

Susi mencontohkan, perkembangan pariwisata Pangandaran yang dalam beberapa tahun terakhir turut membuka peluang bagi pelaku usaha, pekerja sektor wisata, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Di sisi lain, Pangandaran juga memiliki sejarah panjang sebagai wilayah perikanan. Hasil laut daerah ini pernah menjadi komoditas bernilai tinggi karena kualitas dan kesegarannya dihargai oleh pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, menurut Susi, pertumbuhan pariwisata tidak perlu dibayar dengan hilangnya potensi perikanan. Kedua sektor tersebut justru dapat dikembangkan secara bersamaan dan saling menguatkan.

“Pembangunan pariwisata bahari dan perikanan sebenarnya tidak saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan bersama dan memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Apabila ekosistem laut terjaga, hasil tangkapan nelayan dapat kembali menopang ekonomi masyarakat serta memperkuat daya tarik wisata kuliner Pangandaran.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga pedagang, pelaku kuliner, penyedia jasa wisata, hingga UMKM. Ekonomi daerah pun menjadi lebih tangguh karena masyarakat tidak hanya bergantung pada kunjungan wisatawan.

Susi mengingatkan, perkembangan satu sektor seharusnya tidak menghilangkan nilai ekonomi dari sektor lain. Apabila pariwisata dan perikanan dapat dijaga serta dikembangkan bersama, Pangandaran berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang jauh lebih besar.

Membuka jalan menuju transformasi yang berkeadilan

Susi juga menyoroti kemampuan ekosistem laut untuk pulih apabila tekanan terhadapnya dikurangi.

“Perikanan merupakan sumber daya yang dapat pulih apabila aktivitas yang merusak dan penangkapan berlebihan dihentikan,” ujar Susi.

Menurutnya, penghentian aktivitas yang merusak perlu dibarengi dengan solusi ekonomi bagi masyarakat. Warga yang selama ini bergantung pada kegiatan tersebut harus dibantu memperoleh sumber penghasilan alternatif.

Dukungan dapat diberikan melalui kompensasi, penyediaan peralatan, serta pengembangan mata pencaharian alternatif yang tidak merusak lingkungan.

Melalui Pandu Laut Nusantara, organisasi yang ia dirikan, Susi juga berupaya menggalang dukungan untuk menghadirkan pilihan kegiatan ekonomi yang tidak merusak lingkungan pesisir.

Bagi Susi, pembangunan perlu memperhitungkan manfaat dan dampaknya secara menyeluruh. Nilai ekonomi dari suatu proyek perlu dibandingkan dengan potensi kerusakan lingkungan, hilangnya mata pencaharian, risiko bencana, serta biaya pemulihan yang mungkin muncul.

Ia menambahkan, Pangandaran memiliki beragam kekuatan, mulai dari pantai, pelabuhan, hutan, air terjun, wisata bahari, industri lokal, UMKM, hingga kerajinan masyarakat.

Seluruh potensi tersebut perlu dipandang sebagai satu ekosistem yang saling berkaitan. Pembangunan pariwisata, penguatan perikanan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat tidak semestinya dipertentangkan.

“Seluruh potensi tersebut harus dikembangkan sekaligus dijaga keberlanjutannya,” tutur Susi.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga agar alam, kegiatan ekonomi, dan kehidupan masyarakat dapat terus tumbuh bersama.

Dari ekonomi berbasis alam hingga transformasi sistem

Sesi Susi itu membuka rangkaian Nature-Based Economy & Local Impact yang membahas pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan masyarakat.

Pembahasan berlanjut dengan sejumlah topik, mulai dari pengembangan kota sirkular, peran penggerak lokal, hingga potensi ekonomi biru dan hijau. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin membahas kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, inovator, dan masyarakat dalam membangun kota yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Head of Media Relations Astra Putri Permatasari bersama Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 Trisno menyoroti peran inisiatif akar rumput dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

 

Potensi ekonomi berbasis alam juga dibahas oleh Roikhanatun Nafi’ah, Matt Danalan Saragih, dan Gita Syahrani pada sesi Unlocking Indonesia Nature-Based Economy Potential, termasuk peluang pengembangan ekonomi biru, ekonomi hijau, biodiversitas, serta usaha berbasis masyarakat.

Rangkaian berikutnya mengangkat tema Transforming Systems, Empowering Communities. Para pembicara membahas pemanfaatan teknologi cloud, transformasi bisnis rendah karbon, pemulihan masyarakat pascabencana, serta pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Topik tersebut disampaikan oleh Account Director AWS Indonesia Usman Niandinta, Senior Vice President Sustainability TBS Energi Utama Triana Krisandini, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita, dan Founder Rock in Celebes Hardiansyah Putra Siji.

 

Rangkaian Summit kemudian ditutup oleh Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal melalui sesi The Next Chapter After 2030: Indonesia’s Role in a Regenerative World. Pada sesi ini Dino membahas kondisi global terkini dan apa yang akan terjadi di masa depan serta peluang Indonesia mengambil peran dalam membentuk agenda pembangunan regeneratif setelah 2030.

Dari gagasan menuju aksi

Rangkaian pembahasan tersebut sejalan dengan tema LESTARI Summit 2026, yaitu “The Regenerative Pulse: Agile Ideas, Resilient Systems, Disruptive Change”.

Tema tersebut menjadi ajakan untuk bergerak dari menjaga menuju memulihkan, dari bertahan menuju membangun sistem yang lebih tangguh, serta dari membicarakan keberlanjutan menuju penciptaan dampak nyata.

Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho mengatakan, LESTARI Summit 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mendengarkan gagasan dari para pembicara, tetapi juga diharapkan dapat melahirkan ide, koneksi, dan komitmen baru.

“Keberlanjutan tidak boleh berhenti di panggung ini. Ia harus hidup dalam keputusan, kebijakan, operasi bisnis, komunitas, dan cara kita bekerja sehari-hari,” kata Wisnu.

Menurutnya, KG Media mengambil peran dengan membuka ruang dialog, mempertemukan gagasan, menggerakkan kesadaran, serta mendokumentasikan berbagai perubahan yang telah berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, KG Media juga memperkenalkan Impact Report KG Media Lestari pertama. Laporan ini menjadi langkah awal untuk mendokumentasikan dampak operasional KG Media sekaligus menjadi pijakan dalam memahami, mengukur, dan mengembangkan dampak yang ingin dihasilkan ke depan.

“Kami percaya, dampak tidak bisa dibangun sendiri. Kami berharap langkah kecil ini dapat tumbuh menjadi gerakan bersama untuk saling belajar, saling menguatkan, dan memperluas dampak keberlanjutan,” lanjut Wisnu.

Ia menambahkan, masa depan yang lestari tidak cukup hanya diberitakan, tetapi juga perlu digerakkan, dirawat, dan dibangun bersama.

Setelah rangkaian Summit berakhir, acara dilanjutkan dengan malam penganugerahan LESTARI Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai inisiatif yang berkontribusi dalam mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang LESTARI Summit & Awards

Lestari Summit & Awards merupakan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh KG Media untuk mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Program ini menghadirkan forum diskusi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta memberikan apresiasi melalui Lestari Awards kepada perusahaan dan organisasi yang menjalankan inisiatif sustainability serta berkontribusi terhadap praktik environmental, social, and governance (ESG).

Program ini diharapkan dapat menjadi ruang inspirasi, pembelajaran, dan kolaborasi untuk mendorong penerapan keberlanjutan yang lebih luas di berbagai sektor.

Kunjungi laman https://lestari.kgmedia.id/ untuk mengetahui lebih lanjut mengenai inisiatif Lestari KG Media. 

Media Contact

Luthfi Kurniawan
Communication Lead LESTARI Summit & Awards 2026
Email: luthfi.kurniawan@kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Adv Team
Editor: Indah Sulistyorini

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Legacy

×