kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,35   -13,50   -1.40%
  • EMAS984.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%
ADV /

Solusi Efisiensi Industri Manufaktur Nasional


Sabtu, 16 Juli 2022 / 09:00 WIB
Solusi Efisiensi Industri Manufaktur Nasional

KONTAN.CO.ID - Sebagai bentuk tanggung jawab mengedukasi masyarakat, PT Pertamina Lubricants (PTPL) ikut dalam pameran “Manufacturing Surabaya: The 16th International Manufacturing Machinery, Equipment, Materials and Services Exhibition” yang diselenggarakan di Grand City Convention & Exhibition Centre, Surabaya 13 – 16 Juli 2022.

Anak perusahaan Subholding Commercial and Trading Pertamina itu memberikan edukasi dengan menghadirkan produk-produk Pertamina berkualitas tinggi kepada masyarakat. Pelumas tersebut nantinya dapat digunakan untuk menjaga kualitas komponen mesin agar tahan lama.

VP Domestic Industry PTPL Nugroho Setyo Utomo berujar, PTPL dan Pertamina terus berkomitmen untuk memberikan pelumas bermutu tinggi kepada konsumen. Pelumas terbaik dapat menjadi jawaban bagi industri manufaktur yang berkembang pesat.

PTPL juga ingin memberikan dampak positif kepada konsumen agar konsisten menjaga kondisi mesin dengan produk pelumas yang tepat.

“Gejolak dan perkembangan ekonomi Indonesia memberikan dampak pada perkembangan Industri manufaktur dan ini merupakan tantangan bagi PTPL dan Pertamina Group secara keseluruhan. PTPL siap menangkan peluang-peluang baru yang sektor ini dan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaiknya melalui produk-produk pelumas bermutu tinggi,” kata Nugroho, pada Selasa (12/7) di Jakarta.

Perusahaan yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri secara domestik atau internasional itu menampilkan beberapa produk pelumas, di antaranya Meditran SX Plus, Rored Series, Turalik, Food Grade Series, Gear Oil Series, dan Maxcool Series (Metal working fluid).

Produk-produk pelumas tersebut punya spesifikasi yang bermanfaat bagi mesin manufaktur. Sebut saja Meditran SX Plus yang punya kekentalan ganda serta memiliki tingkat unjuk kerja tinggi berdasarkan kategori API Service, sehingga memberikan akselerasi dan perlindungan optimal terhadap mesin saat beroperasi pada temperatur tinggi.

Selain itu, produk pelumas Maxcool Series juga berguna untuk melindungi serta mengurangi gesekan antar alat, memperpanjang masa pakai peralatan, mengurangi sharpening dan downtime. Kegunaan tersebut mampu menjaga permukaan logam agar tetap awet dan terhindar dari korosi.

Atas keunggulan tersebut, produk PTPL pun semakin banyak digunakan oleh perusahaan besar di industri manufaktur seperti Astra, Chemco, Pakoakuina dan lainnya.

 

Terus Berinovasi

Kontan - Pertamina Lubricant Advertorial Online

Selama pameran, lanjut Nugroho, Pertamina Lubricants juga ikut mengenalkan inovasi dan riset dalam pengembangan produk. Inovasi tersebut dikembangkan untuk ketahanan supply dan dukungan terhadap after sales service saat maintenance.

Hal tersebut dibuktikan dengan produk-produk pelumas anak bangsa yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang sudah tersertifikasi oleh pemerintah sebanyak 128 produk pelumas dengan nilai kandungan melebihi dari 40% dan dengan total rata-rata TKDN atas 70% untuk produk pelumas segmen otomotif dan industri.

Dengan TKDN yang sudah tersertifikasi, produk pelumas Pertamina dapat bersaing di pasar pada industri manufaktur nasional lewat program pemerintah bernama Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Lewat program tersebut, Pertamina senantiasa konsisten menjadi penyuplai pelumas untuk segmen industri pada sektor strategis di Indonesia.

 

Distribusi Digital

Pada pameran yang sama, PTPL juga mengenalkan sistem untuk memperkuat internal bisnis dengan penerapan proses end-to-end digitalization pada seluruh ekosistemnya, yaitu produksi, distribusi, dan pemasaran, termasuk hadirnya aplikasi POWER (Pertamina Owner dan Mechanic Reward) yang membantu proses pembelian, pembiayaan dan promo bagi para mekanik.

Untuk membantu partner bisnis, PTPL juga menerapkan digitalisasi pada ekosistem Integrated Supply Chain lewat 3 proses, di antaranya Distribution Management System, Product Digitalization Manager, dan Warehouse Management System.

Hal ini sejalan dengan langkah strategis PTPL untuk mengedepankan sistem digital yang memudahkan konsumen saat transaksi.

Transaksi tersebut juga dimudahkan dengan layanan transaksi bisnis berbasis digital bagi distributor dan outlet bengkel dengan berkolaborasi dengan bank-bank milik badan usaha milik negara (BUMN). Sehingga mereka tidak perlu lagi ke kantor cabang untuk melakukan transaksi atau pembayaran produk PTPL.

 

Dukung Green Economy

Sebagai perusahaan yang konsisten pada isu keberlanjutan, PTPL senantiasa berkomitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan dengan penerapan bisnis hijau dan berkelanjutan.

Nugroho menjelaskan, PTPL terus konsisten mengimplementasikan green economy dalam setiap ekosistem bisnis, mulai dari produksi hingga distribusi.

PTPL senantiasa membangun Creating Shared Value (CSV) sebagai pondasi perusahaan untuk membangun sustainability yang positif kepada masyarakat. CSV mengedepankan program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi agar lebih mandiri dalam meningkatkan daya saing.

Program tersebut antara lain Enduro Student Program, Enduro Entrepreneurship Program, Enduro Home Service, Pertamina Sahabat Nelayan, Enduro Sahabat Lapas, Enduro Tapal Batas, Enduro Sahabat Difabel, Enduro Sahabat Komunitas, dan Enduro Sahabat Santri.

Program-program tersebut dapat membuat masyarakat dapat ikut berinovasi dengan produk PTPL dalam pengembangan bisnisnya, seperti program Enduro Entrepreneurship Program dan Pertamina Sahabat Nelayan.

Enduro Entrepreneurship Program membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha perbengkelan dengan pendampingan langsung dari tim PTPL, sehingga usahanya dapat meningkat secara kualitas dan kuantitas.

Sedangkan program Pertamina Sahabat Nelayan membantu masyarakat lewat pembinaan  keterampilan dalam menyelesaikan trouble pada mesin tempel atau mesin kapal. Selain itu, masyarakat juga akan diberikan edukasi serta pemberian modal kerja untuk merintis bengkel khusus mesin kapal milik nelayan.

Dengan program CSV, Nugroho berharap PTPL dapat memberikan kegiatan positif bagi green economy, terlebih isu tersebut sedang ramai dibahas pada momen presidensi G20 di Indonesia.

“PTPL berkomitmen untuk menerapkan kebijakan Green Company dalam seluruh proses bisnis dimulai proses produksi, distribusi hingga produk sampai ke konsumen. Selain digitalisasi, kami juga bersinergi dengan masyarakat, berbagai komunitas dan UMKM di mana kami beroperasi untuk menciptakan nilai tambah melalui program-program entrepreneurship perbengkelan dan program berbasis Creating Shared Value,” jelas Nugroho.

Tak lupa, ia juga mengajak masyarakat untuk berkunjung ke pameran “Manufacturing Surabaya: The 16th International Manufacturing Machinery, Equipment, Materials and Services Exhibition”. PTPL sendiri hadir di booth P220 selama acara berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Tim KONTAN
Editor: Ridwal Prima Gozal

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

×