kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS996.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%
ADV / ADV

Shell Cari Mitra Bisnis Jangka Panjang


Rabu, 07 Oktober 2020 / 08:50 WIB
Shell Cari Mitra Bisnis Jangka Panjang
SPBU Shell di Tuban, Jawa Timur

JAKARTA - Investasi jangka panjang erat kaitannya dengan industri properti. Namun, sektor properti saat ini tengah mengalami penurunan, contohnya saja bisnis sewa kantor yang lesu hingga okupansi hotel yang mengalami penurunan drastis. Walaupun demikian, masih ada alternatif investasi properti yang menarik untuk dilirik, yakni bisnis SPBU.

Perubahan kebiasaan masyarakat dalam bermobilisasi membuat beberapa bisnis tetap relevan, salah satunya bisnis SPBU. Saat ini, masyarakat cenderung menghindari transportasi umum dan beralih menggunakan kendaraan pribadi demi alasan keamanan dan kenyamanan. Hal ini didukung oleh pasar mobil baru dan bekas yang menunjukkan sinyal menggembirakan. GAIKINDO mencatat penjualan mobil baru naik 47% sepanjang Agustus 2020. Dari pemberitaan Kontan, penjualan mobil bekas pada bulan yang sama turut mengalami kenaikan sebesar 80%. Pada September 2020, penjualan di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta dilaporkan terus mengalami kenaikan akibat tingginya kebutuhan kendaraan pribadi saat pandemi.

Pemerintah lewat kebijakannya juga memberi sinyal dukungan terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Salah satunya dengan meniadakan aturan ganjil genap di DKI Jakarta, relaksasi kredit kendaraan baru dan bekas, serta rencana penurunan pajak mobil baru.

SPBU Shell modular di Jombang, Jawa Timur. SPBU Shell jenis ini ditujukan bagi para pengusaha lokal di kota-kota lapis kedua

 

Secara umum, potensi bisnis SPBU di Indonesia masih sangat besar lantaran rasio jumlah SPBU dan jumlah penduduk di Indonesia masih cukup tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Dengan demikian, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak SPBU.

Shell menawarkan program kemitraan Dealer Owned Dealer Operated (DODO) di mana mitra dapat memiliki aset, membangun, dan berdampingan dengan Shell sebagai mitra bisnis jangka panjang untuk mengoperasikan SPBU berkualitas dunia. Ini merupakan suatu peluang bagi para pebisnis yang tertarik untuk mengembangkan bisnis SPBU di Indonesia, khususnya di area utama pengembangan Shell yaitu DKI Jakarta dan Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

“Program kemitraan ini merupakan wujud komitmen jangka panjang dari Shell untuk terus bekerjasama membangun bisnis bersama mitra kami. Bentuk dukungan yang kami berikan di antaranya melalui investasi peralatan selama 10 tahun, pendampingan untuk pemasaran, program pelatihan dan pengembangan SDM. Pertumbuhan bisnis kami dapat dilihat dari pertambahan SPBU Shell yang saat ini ada di 119 titik yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara dan masih akan terus melakukan perluasan. Oleh karena itu, kami mencari mitra bisnis yang tepat,” kata Agung Saputra Head of Dealer Owner Network Shell Indonesia.

Terdapat dua jenis model SPBU yang ditawarkan oleh Shell, yaitu SPBU konvensional dan SPBU modular. SPBU konvensional, seperti yang sering kita lihat sehari-hari, lebih cocok untuk daerah perkotaan atau pemukiman padat penduduk. Tanah yang dibutuhkan minimum 1.500-2.000 m2.

Bagi para pebisnis daerah, Shell memperkenalkan model SPBU modular yang lebih sesuai untuk kota-kota lapis kedua seperti Cirebon, Subang, Indramayu, Gresik, Jombang, Mojokerto, dll. SPBU modular Shell hanya membutuhkan lahan seluas 1.000-1.300 m2 dengan lebar minimal 25 meter. Dengan biaya investasi yang lebih terjangkau, diharapkan SPBU modular ini dapat menjangkau lebih banyak mitra pebisnis daerah.

Berbisnis SPBU Shell, mitra tak hanya menggantungkan pendapatan dari penjualan BBM semata. Terdapat potensi sumber pendapatan tambahan yang dapat dimaksimalkan yaitu dengan membuka bisnis pendukung lain seperti bengkel, convenient retail, restoran, kedai kopi, laundry, ATM, dll. Beberapa yang telah ada di antaranya Nawilis, KFC, McDonalds, Indomaret Point, Kopi Kenangan, Nasi Kapau Pak Ciman, hingga merek UMKM lokal.

Mitra SPBU Shell dibebaskan untuk membuka kerja sama bisnis kuliner, bengkel, hingga convenient retail di area SPBU yang hasilnya dapat 100% menjadi milik mitra. Tidak ada batasan jenis usaha atau merek, selama produk bukan kompetitor langsung Shell serta tetap memperhatikan standar HSSE (Health, Safety, Security, Environment). Agung Saputra mengibaratkan bermitra dengan Shell berarti mendapatkan bisnis 3in1 atau bahkan lebih, “Berbisnis SPBU dengan Shell, berarti bisa memiliki bisnis bengkel, restoran, dll. di satu lokasi yang sama.”

Shell berupaya menghadirkan proses kerja sama yang mudah dan transparan. Tidak ada joining fee, deposit maupun biaya tambahan yang harus dibayarkan calon mitra di awal. Analisa lokasi serta perhitungan investasi dilakukan Shell secara terbuka dengan melibatkan calon mitra.

Tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai peluang investasi SPBU Shell? Ikuti webinar Kontan “NGOBROL RINGAN, Peluang Investasi dan Usaha: Berbisnis SPBU Bareng Shell” pada Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 15:30 s.d. 17:00 WIB. Silakan daftarkan diri Anda melalui tautan bit.ly/webinarshell.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Shell DODO, kunjungi www.shell.co.id/mitraSPBU atau email bisnis-spbu@shell.com.


Reporter: Adv Team
Editor: indah sulistyorini
Tag

TERBARU

×