kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
ADV / ADV

Program PEN, Wujud Negara Ambil Alih Tanggung Jawab Perekonomian di Saat Pandemi


Sabtu, 03 Juli 2021 / 20:17 WIB
Program PEN, Wujud Negara Ambil Alih Tanggung Jawab Perekonomian di Saat Pandemi
ILUSTRASI. Kontan - KOMINFO KPCPEN Adv Online

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 30 Juni 2021 Pandemi COVID-19 berdampak tidak hanya bagi sektor kesehatan, juga  bagi sosial ekonomi masyarakat. Untuk itu, ini pemerintah hadir melalui program Pemulihan  Ekonomi Nasional (PEN) demi menstimulasi perekonomian nasional, mempertahankan daya beli  masyarakat, serta menyokong sektor perekonomian penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB)  seperti sektor UMKM dan lainnya.

Yustinus Prastowo, Staf Khusus Kementerian Keuangan RI, menyampaikan tren perekonomian  Indonesia sudah menunjukkan ke arah kebijakan yang tepat. “Saat ini kita fokus dengan  penanganan kesehatan dan di saat bersamaan mengatasi dampak sosial ekonomi akibat COVID 19. Di saat seperti ini, negara hadir mengambil alih sebagian besar tanggung jawab  perekonomian dengan meluncurkan berbagai stimulus ekonomi,” ujarnya dalam Dialog Produktif  KPCPEN yang disiarkan di FMB9ID_IKP, Rabu (30/6).

Masih menurut Yustinus, Pemerintah terus memperkuat stimulus ekonomi kepada pelaku UMKM  dan industri, juga memperkuat perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah dengan  menggelontorkan jaring pengaman sosial dengan beragam skema dan saluran. “Sektor yang  masih bisa bergeliat, kami fasilitasi. Sedangkan sektor yang terdampak berat, kita beri dukungan,”  ujar Yustinus.

Teddy Yulianto, pengusaha pemilik Cut The Crub, mengakui di saat pandemi, pemerintah hadir  di tengah situasi sulit. Bantuan program PEN yang sempat dirasakannya berbentuk bantuan  langsung tunai (BLT) BPJS yang turut membantu karyawan Cut The Crab yang berpenghasilan  di bawah Rp5 juta. “Dari sisi bantuan pemerintah, karyawan pun sudah mendapatkan dukungan  positif,” terangnya.

“Meski terdampak pandemi, dengan manajemen keuangan yang baik di masa pandemi, pelaku usaha makanan minuman seperti kami masih cukup bisa menjaga arus kas sampai punya ruang  untuk membuka cabang,” tambah Teddy lebih lanjut.

Yustinus sependapat dengan Teddy. “Yang mampu beradaptasi dengan baik, merekalah yang  akan bertahan. Negara juga melakukan hal yang sama, sehingga anggaran belanja negara kita  realokasi dan fokuskan ulang untuk anggaran penanganan COVID-19. Sebanyak 40 Juta KK atau  sekitar 120-140 juta jiwa di seluruh Indonesia saat ini sudah mendapatkan jaring pengaman sosial  dengan beragam skema,” terang Yustinus.

Untuk program PEN, kata Yustinus, sudah banyak digelontorkan kepada masyarakat. “Untuk  bantuan produktif bagi UMKM berupa modal, subsidi bunga dan penundaan pembayaran kredit  bisa menghubungi Kementerian Koperasi dan UKM, lembaga keuangan seperti Pegadaian,  bank-bank BUMN, dan lain-lain. Kemudian untuk intensif perpajakan bisa menghubungi Ditjen  Pajak Kemenkeu, sedangkan bantuan-bantuan lain tersebar di berbagai kementerian dan  lembaga lainnya,” jelas Yustinus.

Selaku Perencana Keuangan, Rista Zwestika, mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk  mengambil sisi positif di masa pandemi seperti ini. “Sisi positif yang bisa kita ambil dari pandemi  COVID-19 ini adalah kita dibangunkan dari zona nyaman karena adanya risiko yang harus  kita hadapi. Sehingga merencanakan keuangan pribadi maupun keuangan bisnis menjadi sangat  diperlukan,” ujar Rista.

Rista menganjurkan, untuk saat ini, arus keuangan harus diurutkan sesuai skala prioritas demi  memenuhi kewajiban pembayaran, belanja kebutuhan hidup, baru kemudian memenuhi  keinginan. “Di level selanjutnya, kita perlu merencanakan keuangan ini untuk memitigasi risiko  yang akan terjadi, baik memberi perlindungan jiwa dan kesehatan kita. Dengan kondisi pandemi  sekarang ini ketika banyak dari kita kehilangan pendapatan, cobalah mengatur kembali keuangan  kita,” sarannya.

 


Reporter: Adv Team
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

TERBARU

×