kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
ADV / ADV

Polytama Peduli Lingkungan Melalui Program Keberlanjutan Pengelolaan Limbah


Senin, 15 Januari 2024 / 14:30 WIB
Polytama Peduli Lingkungan Melalui Program Keberlanjutan Pengelolaan Limbah
ILUSTRASI. Kontan - TubanPetro Adv Online

KONTAN.CO.ID - PT Polytama Propindo (Polytama) sebagai anak usaha PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro), berkomitmen memberikan kontribusi dalam memajukan industri petrokimia nasional melalui inovasi pada bidang operasional dan community development dengan prinsip berkelanjutan. Tak ayal, inovasi itu juga membuat Polytama merengkuh penghargaan “Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup” atau PROPER dengan peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia selama empat tahun terakhir dari tahun 2020.

Dengan mengedepankan inovasi, Polytama berhasil mengembangkan program wisata rekreasi dan edukasi dalam pelestarian lingkungan yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di sana terdapat Ekoriparian Taman Tjimanoek dan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) binaan Polytama yang dapat dimanfaatkan sebagai taman kota kebanggaan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Selain itu, Polytama pun mampu mengintegrasikan Taman Tjimanoek dan Taman Keanekaragaman Hayati dengan eco paving dari Program Batik Javing (Bahan Plastik jadi Paving). Eco paving tersebut merupakan paving block yang menggunakan bahan dasar pasir dengan campuran limbah non B3 berupa fine polymer dan cacahan plastik. Kehadiran eco paving itu menjadi inovasi Polytama dalam mengatasi isu pengelolaan sampah dengan mengubah fine polymer menjadi produk bernilai ekonomi untuk penataan kawasan.

Pengelolaan limbah fine polymer dikelola oleh kelompok perajin paving block yang ada di Desa Sudimampir dengan pengawasan Polytama. Kelompok pengolah eco paving itu telah terintegrasi dengan Kelompok Masyarakat Pecinta Tjimanoek dan Kelompok Taman Kehati.

“Awalnya kita tidak tahu kalau ternyata sampah bisa jadi bahan campuran paving block. Tapi sekarang kita bisa tambahkan sampah fine polymer untuk campuran pasir menjadi eco paving, jadi lumayan dapat mengurangi bahan utama,” ujar Bukhori, pengurus Batik Javing.

Batik Javing kini dimanfaatkan oleh kelompok binaan Polytama untuk ruang publik yang ada di Indramayu dan terutama lokasi CSR seperti Taman Kehati dan Taman Tjimanoek. Tak hanya itu, Batik Javing juga disalurkan ke binaan Polytama lainnya seperti Program SEHATI (Sekolah Hijau, Sehat dan Bersih).

Dengan mengajak masyarakat, Polytama menyadari upaya pelestarian lingkungan yang efektif memerlukan sinergi dengan seluruh pihak serta pemahaman tentang jenis plastik. Plastik jenis PP yang diproduksi oleh Polytama sendiri merupakan jenis plastik ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk kemasan makanan.

Ke depannya, Polytama akan terus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa #plastikPPbaik jika dikelola secara bertanggung jawab. Polytama menyadari perannya dalam meningkatkan kepedulian untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya melalui pengelolaan sampah. Selain itu, program Batik Javing juga menunjukkan bahwa sinergi yang komprehensif antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat memberikan hasil positif dalam mengelola sampah dan limbah. 

Selanjutnya: Kemenkeu Klaim Skema Tarif Efektif PPh 21 Tidak Membebani Wajib Pajak

Menarik Dibaca: Resep Bakso Jontor yang Panas Membakar Lidah, Level Kepedasan Bisa Disesuaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Tim KONTAN
Editor: Ridwal Prima Gozal

TERBARU

×