kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
ADV / ADV

Kendati sudah vaksin, ya jangan abai prokes!


Rabu, 21 Juli 2021 / 17:40 WIB
Kendati sudah vaksin, ya jangan abai prokes!

KONTAN.CO.ID - Penularan Covid-19 yang belum kunjung reda, turut disumbang oleh klaster perkantoran. Beberapa waktu lalu, penularan melalui klaster perkantoran memang cukup masif. Tak dipungkiri, kondisi ini secara tak langsung ikut meningkatkan jumlah penularan di klaster keluarga. Padahal, vaksinasi juga sudah dilakukukan oleh beberapa perusahaan.

Pada kenyataannya, setelah vaksin ada juga karyawan yang terlihat kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Menurut Jarot Supono, seorang karyawan swasta yang sudah menerima vaksin, melonjaknya klaster perkantoran banyak disebabkan oleh faktor kelalaian mereka ketika berada di luar kantor. “Ketika berada di kantor karyawan tetap menerapkan protokol kesehatan, karena saat ini di kantor ada pengawasan dari manajemen dan ada himbauan untuk tetap protokol kesehatan,” terang Jarot.

Nah, penularan kemudian bisa saja terjadi saat karyawan bertemu dengan orang asing atau pihak ketiga. Terutama pada perusahaan-perusahan yang mempunyai layanan untuk bertatap muka langsung dengan konsumn. “Dari sini, karyawan lantas memiliki riwayat kontak dengan orang lain, apalagi jika mobilitasnya juga masih tinggi,” kata Jarot.

Tambahkan peralatan pendukung

Lantaran kian maraknya penularan klaster perkantoran ini, pengelola gedung perkantoran juga makin  ketat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, tak lagi 3M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak), namun sudah berkembang menjadi 6M (ditambah menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan menghindari makan bersama).

“Penerapan protokol kesehatan 6M ini karena adanya varian baru Covid-19 Delta yang lebih menular sehingga perlu menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat,” ujar Cahyo Prakosa, pengelola salah satu gedung perkantoran di Jakarta Selatan . Selain itu, perkantoran saat ini juga telah menambahan fasilitas dan peralatan untuk mendukung protokol kesehatan, seperti air purifier di ruangan tertutup.

Pengelola kantor juga bekerjasama dengan Satgas Covid-10 internal. Satgas ini memantau secara rutin kondisi karyawan terkini, termasuk informasi mengenai kondisi karyawan yang sedang menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit hingga karyawan yang melakukan perjalanan ke luar kota. “Kami juga menjalin kerjasama dengan laboratorium medis untuk memperlancar pengecekan kesehatan karyawan,” ujar Cahyo dalam Focus Group Discussion Kontan yang didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana, pertengahan Juli lalu.

Meski begitu, di lingkungan kantor, Cahyo menemui kendala dalam penerapan 3M. Yakni, sulitnya mengawasi karyawan untuk menjaga jarak, terutama untuk karyawan yang gemar makan bersama dengan rekan lainnya. Selain itu, dia juga kesulitan untuk melakukan tracing bagi karyawan yang memiliki mobilitas di luar kantor.

Oleh karena itulah, sangat diperlukan kesadaran tiap individu yang masih beraktifitas di lingkungan kantor untuk tetap berkomitmen mematuhi prokes meski sudah divaksin. Perilaku taat prokes tak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tapi juga orang-orang terdekat yang mereka sayangi, yakni keluarga.


Reporter: Adv Team
Editor: indah sulistyorini

TERBARU

×