KONTAN.CO.ID - Yogyakarta - BPJS Kesehatan berkomitmen menyelenggarakan jaminan kesehatan berkualitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di seluruh Indonesia. Melda Evi peserta asal Yogyakarta mengaku mendapatkan pelayanan yang setara saat menjalani perawatan di RS DKT dr. Soetarto Yogyakarta, bahkan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan. Melda menyebut, pengalaman memanfaatkan JKN selama bertahun-tahun sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
“Untuk kesannya sangat terbantu ya dengan jaminan dari JKN. Apalagi untuk saya yang kategorinya kurang mampu. Pelayanannya juga sama saja antara yang menggunakan JKN dengan pasien yang umum, sama. Tidak ada perbedaan,” ujarnya, Rabu (13/05).
Melda saat ini tengah mendampingi putranya yang menjawani rawat inap. Ia mengatakan, seluruh anggota keluarganya telah terdaftar dalam JKN dan mengandalkannya untuk berobat di berbagai fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
“Baik disini maupun di rumah sakit lain, sama saja pelayanannya tidak ada dibeda-bedakan. Menurut saya proses penanganan pasien juga cepat sejak pertama kali datang. Anak saya langsung ditangani, tidak dibedakan. Datang dari IGD lalu langsung masuk ke ruang rawat inap,” cerita Melda.
Melda juga mengungkapkan dirinya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah, sehingga ia dan keluarga tidak perlu membayar iuran setiap bulannya. Kendati demikian, layanan yang diterima Melda tetap optimal.
“Alhamdulillah bagus semua, dari dulu juga pernah dirawat di sini, pelayanannya masih sama dan semuanya dijamin. Tidak ada kami dikenakan biaya tambahan. Untuk dokter dan perawatnya baik, ramah-ramah, jadi kami sebagai pasien juga nyaman,” katanya.
Pelayanan prima tersebut selaras dengan komitmen BPJS Kesehatan serta Janji Layanan yang diikrarkan fasilitas kesehatan mitra. Apabila menemui kendala layanan dapat menghubungi petugas BPJS Siap Membantu (BPJS Satu!) yang nama, foto serta nomor teleponnya dipasang pada poster di lokasi publik rumah sakit.
“Kalau dari saya berharap layanan JKN dan dari rumah sakit dapat terus dipertahankan baik seperti ini. Supaya kami sebagai pasien merasa tenang saat berobat,” katanya.
Keberadaan JKN dalam keluarga Melda menjadi salah satu prioritas. Ia mengaku keberadaan Program JKN membuatnya lebih siap saat menghadapi kondisi darurat terkait kesehatan. Tidak ada yang pernah tahu kapan sakit akan datang, JKN hadir memberikan perlindungan bagi peserta dari resiko ekonomi akibat biaya pengobatan.
“Kalau sedang seperti ini, anak sakit harus dirawat jadi tidak usah memikirkan biayanya dari mana. Kami tinggal fokus saya pada penyembuhan anak. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan, peserta JKN yang lain dan pihak rumah sakit yang sudah membantu kami rakyat kecil,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor: Indah Sulistyorini













