kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
ADV / ADV

Inovasi, Peluang, dan Inspirasi dari Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019


Sabtu, 23 November 2019 / 17:38 WIB
Inovasi, Peluang, dan Inspirasi dari Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019
ILUSTRASI. Pamerindo - Kontan ADV Online

KONTAN.CO.ID - Industri plastik dan karet (rubber) menawarkan prospek yang cukup menarik. Menurut catatan Kementerian Perindustrian, pertumbuhan industri plastik dan karet tahun 2018 tumbuh sebesar 6,92% secara tahunan, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2,47%.

Tercatat total produksi sektor plastik tahun 2018 mencapai 7,23 ton. Dalam industri kemasan plastik, tercatat terdapat 892 perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di sisi lain, jumlah permintaan produk plastik meningkat rata-rata 5-6% dalam lima tahun terakhir. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor digelarnya pameran untuk industri plastik dan karet.

Ambil contoh, gelaran Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019 yang diadakan di JIEXPO Kemayoran mencatatkan rekor yang perlu diapresiasi. Di dalamnya terdapat lebih dari 500 perusahaan dari 22 negara dan terdapat 7 paviliun dari sejumlah negara. Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019 ini digelar PT Pamerindo Indonesia bekerja sama dengan Drinktech Indonesia, Plaspak Indonesia, dan Mould & Die Indonesia telah berlangsung sukses selama 4 hari, yaitu tanggal 20-23 November 2019. Ribuan pengunjung dari kalangan pebisnis mengunjungi salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara ini.

 

Inspirasi dan inovasi

Pameran Plastik & Rubber Indonesia ini nyatanya lebih dari sebuah pameran. Bagi Anda para pebisnis, ada sejumlah peluang dan inspirasi yang didapatkan. Pertama, jaringan peluang bisnis dari dalam dan luar negeri. Peserta pameran ini antara lain perusahaan plastik dan rubber Indonesia dan sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok. Tanpa harus mengunjungi negara terkait, sejumlah perwakilan bisnis dari beberapa negara ada di sini.

Kedua, pengenalan teknologi terbaru beserta inovasi produk. Sejumlah perusahaan memperkenalkan mesin-mesin pengolahan atau mesin produksi plastik dan rubber dalam Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019. Bahkan, terdapat mesin-mesin untuk teknologi pencetakan produk dan pengemasan dengan material plastik dan rubber. Termasuk di dalamnya, pewarna-pewarna khusus serta bahan baku plastik dan rubber

Ketiga, menganalisis pasar (market) plastik dan karet dari dalam dan luar negeri. Ketika menjalankan bisnis dalam bidang produksi, suatu perusahaan perlu memantau dan memonitor kondisi pasar untuk mendapatkan peluang. Salah satu peluang tersebut bisa didapatkan melalui pameran industri yang sesuai, seperti Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019.

Wajarlah bila pameran ini menyedot perhatian tinggi, tidak hanya dari kalangan pebisnis dan industri, tetapi juga dari kalangan pemerintahan. Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang (Kepulauan Bangka-Belitung) Rosdiansyah Rasyid atau biasa dipanggil Dian Rasyid juga turut mengunjungi Pameran Plastik & Rubber Indonesia 2019.

Pamerindo - Kontan ADV Online

Dian Rasyid merasa prihatin melihat kondisi wilayah administrasinya di Pangkalpinang. Jumlah sampah plastik yang menumpuk setiap hari dapat menimbulkan masalah tersendiri. Selama ini, sampah-sampah plastik di Pangkalpinang dikumpulkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir, meskipun sebagian telah dipilah oleh para pemulung.

“Dalam sehari, sampah bisa mencapai 700.000-800.000 kilogram per hari. Seminggu, jumlah sampah bisa meningkat menjadi sekitar 5 ton. Berapa jumlah sampah plastik dalam sebulan dan setahun? Jumlahnya tentu banyak sekali,” ungkap Dian Rasyid.

Sebenarnya, sejumlah langkah telah diambil Pemerintah Daerah Bangka Belitung. Di antaranya, anjuran untuk mengurangi sampah plastik dan melarang pembuangan sampah plastik di sungai. Sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat juga menggelar program Gerakan Indonesia Bersih Sampah Plastik. Meskipun demikian, hal ini dirasa belum cukup.

“Tujuan ke pameran ini antara lain untuk melihat mesin-mesin dan alat-alat pengolahan plastik, mulai dari pendaurulang, pengolahan, pemprosesan, hingga sampai akhir. Ada beberapa mesin-mesin pengolahan plastik dari sejumlah negara seperti Tiongkok yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah plastik di Pangkalpinang,” terang Dian Rasyid.

Dian Rasyid melanjutkan, jika sampah plastik dapat didaur ulang dan diolah menjadi produk-produk yang bernilai tambah lebih tinggi, hal ini dapat menjadi komoditas ekonomi. Potensi ini dapat menggerakkan UMKM dan dapat turut mendorong perekonomian di daerah.

Dengan mesin-mesin pengolah plastik mulai dari Rp 500 jutaan, penerapan pengolahan plastik sangat mungkin diterapkan untuk membantu mengatasi masalah sampah. Dian Rasyid berharap, hasil dari pameran ini dapat menjadi salah satu masukan bagi pengambilan kebijakan di daerahnya.  (ADV)


Sumber : Commercial Content
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

TERBARU

×