kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
ADV / ADV

Cara Sehat Isolasi Mandiri Di Rumah Bagi Pasien Bergejala Ringan


Sabtu, 03 Juli 2021 / 20:09 WIB
Cara Sehat Isolasi Mandiri Di Rumah Bagi Pasien Bergejala Ringan
ILUSTRASI. Kontan - KOMINFO KPCPEN Adv Online

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 29 Juni 2021 Meningkatnya kasus terkonfirmasi COVID-19 hingga saat ini membuat  pemerintah mengambil kebijakan agar pasien COVID-19 tanpa gejala atau yang bergejala ringan  melakukan perawatan isolasi mandiri. Ini untuk mengurangi beban rumah sakit yang  diprioritaskan untuk merawat pasien bergejala sedang dan berat yang perlu perawatan intensif.

dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi), Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit  Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet menyebutkan saat ini tenaga  kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet, kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti  ditangani. “Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila  masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tidak akan penuh sehingga tenaga kesehatan  kita tidak kelelahan merawat pasien,” terangnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan  KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/6).

Menurut dr. Andi, masyarakat jangan terlalu fokus dalam menyalahkan adanya varian COVID 19, “Kunci dari pencegahannya adalah masker. Masker dua lapis menurut penelitian Centers for  Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80%  menjadi 90%,” anjurnya. dr. Andi mengimbau agar pengetahuan baru ini jangan berhenti sebatas  pengetahuan, tapi dijadikan kebiasaan. Saat masyarakat mulai disiplin, dia meyakini pandemi  bisa terkendali.

Terkait dengan isolasi mandiri, dr. Andi menyatakan masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi  mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih. Dia menjelaskan bahwa saat melakukan  isolasi mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker. Kedua, kamar harus  terpisah dan pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.

dr. Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan  dengan gizi seimbang. “Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di  rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” sarannya.

Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis diri  sendiri, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter. Apabila ada gejala yang  sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter.

Aktor, Ben Kasyafani yang sempat terkena COVID-19, menceritakan pengalamannya saat  melakukan isolasi mandiri. “Tahun lalu saya terkonfirmasi positif COVID-19 dan melakukan isolasi  mandiri di rumah. Secara total saya melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri selama 20 hari.  Anak dan istri saya dites dan menunjukkan hasil negatif, sehingga kami memisahkan diri,”  tuturnya.

“Bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita harus terus berpikir positif. Energi kita harus fokus untuk  mencari solusi dari pandemi ini. Mulailah mencari informasi mengenai COVID-19 yang benar agar  kita bisa cepat mencari solusinya,” tabah Ben.

Menanggapi pernyataan Ben, dr. Andi setuju bahwa masyarakat jangan mencari kambing hitam  tapi harus sama-sama mencari solusi dari kondisi seperti ini.

“Kampanye protokol kesehatan sudah berjalan, tapi seberapa besar dijalankan masyarakat, itu  harus kita evaluasi. Vaksinasi belum mencapai target yang mencukupi untuk tercipta herd  immunity, jadi jangan kendor protokol kesehatannya,” pesan dr. Andi


Reporter: Adv Team
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

TERBARU

×