kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,88   -8,61   -0.91%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%
ADV /

Biarpun pandemi, jangan kendor olahraga dan jangan abai protokol kesehatan!


Selasa, 23 November 2021 / 10:10 WIB
Biarpun pandemi, jangan kendor olahraga dan jangan abai protokol kesehatan!

KONTAN.CO.ID - Angka kasus Covid-19 yang terus melandai di Indonesia membuat masa pemulihan kegiatan olahraga berangsur membaik. Masyarakat pun mulai terlihat aktif berolahraga di sejumlah fasilitas olahraga.

Tengok saja, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) sudah kembali semarak dengan warga yang berolahtubuh. Mulai dari berlari, jalan cepat, senam hingga bersepeda. Olahraga memang penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh agar tetap stabil dan semakin kuat. Terlebih di masa pandemi.

Nah, yang tak boleh dilupakan olahraga saat pandemi adalah tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama di fasilitas olahraga yang digunakan oleh banyak orang.

“Tujuan olahraga untuk menjaga kesehatan, tapi jika tak mentaati protokol kesehatan akan sia-sia. Karena itu, ketaatan protokol kesehatan harus selalu dijaga dan dimulai dari diri sendiri,” cetus Indarta, penggiat olahraga yang menjadi pembicara di Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Protokol Kesehatan di Fasilitas Umum & Olahraga yang diselenggarakan Kontan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) beberapa saat lalu.

Kini, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penggiat olahraga, pengelola fasilitas olahraga menetapkan protokol kesehatan di kawasannya. Sam Wartas, Pengelola GBK menyebut sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan di kawasan olahraga kebanggaan masyarakat ibukota tersebut.

Diantaranya, setiap pengunjung harus diperiksa suhu sebelum masuk ke lingkungan GBK, mengatur jumlah pengunjung yang akan berolahraga dengan memberikan akses masuk dan keluar lewat pintu yang berbeda.

Lalu, GBK juga membatasi jumlah pengunjung maksimal 1.000 orang selama satu jam. Setelah berolahraga selama satu jam, pengunjung harus keluar dari lingkungan GBK. Petugas pun selalu siap siaga mengawasi pengunjung agar tidak berkerumun.

Sayangnya, meski pemerintah sudah berulangkali mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan, Sam masih menemui kendala dalam penerapannya di GBK. “Masih kurangnya kesadaran masyarakat, karena persepsi mereka berbeda-beda dalam memandang pentingnya menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bahkan, menurut pengamatan Sam, masih banyak warga masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan olahraga karena mereka menganggap protokol kesehatan tidak penting atau bukan prioritas. Oleh karena itu, Sam berharap peran serta pemerintah dan masyarakat untuk terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka yang belum benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Untuk mengetahui lebih banyak soal efektivitas PPKM dalam menekan laju penularan Covid-19, silakan  menyaksikan FGD soal penerapan protokol kesehatan di fasilitas umum dan olahraga ini secara utuh di kanal Kontan TV.

Selanjutnya: Wings Air terbang dari Tahuna di Kepulauan Sangihe ke Melonguane di Kepulauan Talaud


Reporter: Tim KONTAN
Editor: indah sulistyorini
Tag

TERBARU

×