kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45943,35   -6,14   -0.65%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%
ADV /

Beragam Vaksin, Pilih yang Mana?


Rabu, 17 November 2021 / 09:45 WIB
Beragam Vaksin, Pilih yang Mana?

KONTAN.CO.ID - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia mulai sejak pertengahan Januari 2021. Indonesia dengan total penduduk mencapai 270 juta jiwa, menargetkan 208.265.772 warganya menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 guna mencapai kekebalan kelompok yang diharapkan.

Berdasarkan data di Vaksin Dashboard Kementrian Kesehatan, Senin (15/11/2021) pukul 12.00 WIB, saat ini sudah ada 84.552.446 jiwa yang mendapatkan vaksin hingga dosis kedua atau lengkap. Jumlah itu setara dengan 40,60% dari total target dan tersebar di kota/kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia.

Dengan pencapaian ini, artinya Indonesia sudah mencapai target Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) soal cakupan vaksinasi dosis kedua atau lengkap. WHO menargetkan, Indonesia harus melakukan vaksinasi dosis kedua kepada 40% dari target pada akhir 2021.

Namun, dari capaian ini juga terlihat jumlah warga yang belum mendapatkan vaksin masih banyak atau hampir mencapai 60%. Seiring dengan itu, Badan POM, yang bertanggungjawab melakukan uji klinis vaksin di Indonesia, terus menambah deretan jenis vaksin yang lolos uji.

Kini, vaksin Covid-19 yang mendapat izin penggunaan di Indonesia semakin banyak. Ada 10 macam vaksin Covid-19 yang mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). Mulai dari vaksin Covid-19 Sinovac, vaksin Covid-19 Bio Farma, vaksin Covid-19 AstraZeneca, vaksin Covid-19 Sinopharm, vaksin Covid-19 Moderna, vaksin Covid-19 Pfizer, vaksin Covid-19 Sputnik V, vaksin Covid-19 Janssen, vaksin Covid-19 Convidecia dan yang terakhir adalah Zifivax.

Tentu saja, jenis-jenis vaksin ini memiliki karakteristik sendiri. Baik terkait efikasi, dosis hingga interval minimal pemberian antar dosis. Selain itu, ada juga batasan usia penerima vaksin. Lainnya, pemberian vaksin juga dipertimbangkan dengan kondisi penerima vaksin terkait dengan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Dessy Inge Marris, seorang tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta menyebut, dari masing-masing vaksin tersebut memiliki efikasi beragam. “Jenis vaksin vaksin Pfizer ini masuk ke ketegori vaksin dengan RNA sehingga tingkat efikasinya lebih tinggi sehingga mampu mendeteksi varian Delta Covid-19,” terang Dessy pada  Focus Group Discussion (FGD) Beragam Jenis Vaksin yang digelar Kontan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) beberapa saat lalu.

Sementara, dengan beragam jenis vaksin yang ada, masyarakat menjadi punya pilihan untuk menentukan vaksin yang sesuai dengan kondisi kesehatan ataupun  kebutuhannya. Regina Mayatun misalnya. Ia ingin mendapatkan suntikan vaksin Moderna atau Pfizer. “Saya lebih mempertimbangkan kondisi kesehatan,” kata Regina yang beberapa tahun ini menderita penyakit terkait imunitas.

Lebih lanjut, Dessy pun menjelaskan, setiap vaksin hampir selalu memiliki efek samping karena vaksin merupakan virus yang dilemahkan dan dimasukkan ke tubuh kita. Efek sampingnya seperti demam, pusing,menggigil, nyeri atau sakit tenggorokan sangat mungkin terjadi. “Kondisi ini sangat wajar, karena pada saat vaksin disuntikkan ke dalam tubuh, maka pada saat itu juga antibodi terbentuk untuk melawan virus yang dimasukkan ke tubuh, sehingga muncul efek samping tersebut,” papar Dessy.

Untuk mengetahui lebih banyak seputar ragam vaksin Covid-19 ini, silakan menyaksikan FGD ini secara utuh di kanal Kontan TV di sini.

Selanjutnya: Bumi Resources (BUMI) berencana lakukan private placement


Reporter: Tim KONTAN
Editor: indah sulistyorini

TERBARU

×