kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45942,43   -7,05   -0.74%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%
ADV /

Ada ancaman gelombang tiga, Indonesia bisa bebas Covid-19?


Jumat, 19 November 2021 / 09:48 WIB
Ada ancaman gelombang tiga, Indonesia bisa bebas Covid-19?

KONTAN.CO.ID - Setelah lonjakan Delta pada bulan Juni hingga Juli lalu, dua bulan terakhir kasus Covid-19 di Indonesia melandai. Pemerintah pun memberi kelonggaran dengan menurunkan leval Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga level 1. Seiring kemudian, masyakarat pun mulai menjalankan kegiatannya sehari-hari.

Penanganan kasus Covid-19 di Indonesia membuahkan hasil bagus. Pandemi corona semakin terkendali dan penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia tengah melandai. Meski demikian, masyarakat dihimbau tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah serangan Covid-19 gelombang ketiga.

Pasalnya, beberapa negara di dunia saat ini tengah dihantam gelombang ketiga Covid-19. Mulai dari Asia hingga Eropa akibat merebaknya varian baru, Delta Plus atau varian AY 4.2. Bahkan, Jerman kini sedang bersiap menghadapi gelombang keempat virus yang lebih ganas dan cepat menular. Sedangkan, negara tetangga, Malaysia dan Singapura sudah mendeteksi keberadaan varian ini di wilayah mereka. 

Melihat perkembangan ini, apakah berarti Indonesia yang kini masih baik-baik saja sudah terbebas Covid-19?

Pemerintah memang menargetkan pada Agustus lalu atau bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-79, Indonesia sudah terbebas dari Covid-19. Namun, nyatanya saat itu pemerintah masih memberlakukan kebijakan PPKM Level 2.

“Target ini belum tercapai lantaran perilaku masyarakat yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan dan adanya persepsi dari sebagian masyarakat yang menganggap Covid-19 adalah konsipirasi global dan hanya sekedar proyek dari pemerintah,” kata Muhammad Hardi Ananda, Lurah Malaka Jaya, Jakarta Timur. Selain itu, munculnya varian-varian baru virus Covid-19 juga menjadi pertimbangan lain.

Kendati saat ini, Covid-19 sudah melandai dan terkendali, konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan, baik 5M dan 3T, harus terus dijaga. “Kita harus waspada, Satgas Covid-19 jangan kendor untuk menegakkan peraturan terutama dalam penerapan protokol kesehatan,” tegas Hardi pada Focus Group Discussion (FGD) ‘Indonesia Bebas Covid?’, yang digelar Kontan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) beberapa saat lalu.

Untuk menghindari ancaman gelombang ketiga, masyarakat harus terus mendukung program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 terus digencarkan pemerintah sebagai salah satu upaya terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity segera tercapai.  

Sekedar mengingatkan, dalam program vaksinasi ini pemerintah memasang target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 dosis. Per Kamis (18/12) lalu, total jumlah masyarakat yang telah divaksinasi dosis kedua mencapai angka 86.335.923 orang atau 41,45%.

Melihat lonjakan kasus Covid-19 yang kembali melanda sejumlah negara dunia, Fitriana, salah seorang wakil masyarakat pun mengingatkan agar pemerintah mempersiapkan berbagai skenario jika angka penularan baru Covid-19 tiba-tiba naik secara drastis. “Hal ini untuk mengantisipasi agar fasilitas kesahtan tak kembali kolaps seperti pada Juli lalu,” ujarnya.

Selain itu, kebutuhan logistik terutama pangan dan obat-obatan harus dipersiapkan dengan lebih baik. Tak lupa, persiapan yang lebih matang untuk menjaga pasokan oksigen dan ventilator. “Ini lebih khusus untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah, karena pada Juli lalu keberadaan obat-obatan dan oksigen medis untuk pasien isolasi sangat terbatas,” jelas Fitriana.

Sejauh ini, pemerintah telah berupaya membuat kebijakan dan strategi khusus selama pandemi Covid-19.  Namun, masyarakat sebagai peranan penting juga diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dengan cara tetap mematuhi protokol kesehatan dan menaati aturan yang dibuat demi kebaikan bersama agar pandemi virus Corona segera berakhir, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang akan datang sebentar lagi.

Selanjutnya: Kinerja PP Presisi (PPRE) kuartal III-2021 didorong pembangunan Bandara Kediri


Reporter: Adv Team
Editor: indah sulistyorini
Tag

TERBARU

×