kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
ADV / ADV

4 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia


Minggu, 22 September 2019 / 23:02 WIB
4 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia
ILUSTRASI.

Pernah tidak kamu merasa kalau harga barang terus meningkat tiap tahunnya? Atau merasa semakin lama pengeluaran menjadi lebih besar dari pendapatan? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh inflasi. Berbagai macam faktor yang ada di negara kita, secara tidak langsung tentunya akan mempengaruhi tingkat Inflasi.

Inflasi merupakan proses naiknya harga secara  terus menerus. Jadi, inflasi ini juga bisa dikatakan suatu proses turunnya nilai mata uang secara berkesinambungan. Inflasi menjadi suatu permasalahan yang cukup pelik yang dirasakan oleh berbagai negara.

Banyak faktor yang dapat membuat inflasi ini terjadi, oleh karena itu kamu perlu mengetahui beberapa faktor penyebab Inflasi di Indonesia yang paling sering ditemui seperti yang dapat dibaca di bawah ini.

  1. Peningkatan kebutuhan

Inflasi dapat disebabkan oleh peningkatan kebutuhan atau permintaan yang berlebihan di pasar. Karena adanya hukum supply-demand, seiring dengan meningkatnya permintaan, maka harga pun akan meningkat, sehingga menyebabkan inflasi. Biasanya peningkatan permintaan terjadi pada saat perekonomian sedang baik dan tingkat pengangguran kecil.

Hal ini sangat relevan di Indonesia, yang bisa dibilang masyarakatnya relatif konsumtif. Seabgai contoh, pada era 1980-an, Indonesia mengalami perkembangan ekonomi yang cukup cepat, yang disebabkan oleh pemotongan pajak dan berkurangnya suku bunga Akibatnya, permintaan akan properti meningkat, sehingga harga properti pun meningkat cepat di angka 30%. Peningkatan harga properti ini berimbas juga pada pengeluaran yang lebih tinggi, tabungan yang lebih rendah dan peningkatan pinjaman cukup tinggi.

  1. Inflasi Dorongan Biaya

Inflasi dorongan biaya berarti terjadi kelangkaan dalam produksi atau distribusi barang, sehingga harga barang menjadi naik dan akibatnya menyebabkan inflasi. Berkurangnya produksi atau distribusi barang disebabkan oleh peningkatan biaya, misalnya dalam hal produksi barang.Peningkatan biaya bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Meningkatnya Upah

Adanya serikat perdagangan menjamin kesejahteraan karyawan. Salah satu caranya dengan melakukan tawar-menawar ke perusahaan  untuk upah yang lebih baik.

Meningkatnya upah tersebut lah yang dapat menjadi suatu faktor utama tumbuhnya kenaikan inflasi, karena upah merupakan biaya yang paling signifikan bagi banyak perusahaan. Selain itu perlu diingat, kenaikan upah menyebabkan meningkatnya kebutuhan karena kesejahteraan yang cenderung membaik. .

  • Harga Bahan Baku

Perubahan biaya produksi juga sangat sensitif dipengaruhi perubahan harga bahan baku. Harga baku bisa meningkat disebabkan oleh kelangkaan bahan baku tersebut. Sebagai contoh, pada tahun 1974, harga bahan baku minyak naik hingga hampir 400% di Amerika, disebabkan kelangkaan bahan baku tersebut akibat embargo dari negara Timur Tengah selaku produsen minyak. Kejadian tersebut menyebabkan salah satu inflasi terburuk di sejarah.

  • Harga Barang Impor

Adanya depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing seperti Dollar akan menyebabkan inflasi barang impor, menyebabkanharga barang impor akan menjadi lebih mahal. Harga barang domestik yang menggunakan bahan baku barang impor juga akan menjadi lebih mahal sebagai efeknya. Ini yang juga akan menyebabkan peningkatan inflasi.

  • Pajak yang Lebih Tinggi

Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan cukai akan menyebabkan kenaikan harga barang. Contohnya, ketika cukai rokok meningkat, harga jual rokok akan lebih tinggi yang menyebabkan masyarakat perlu mengeluarkan uang lebih dalam membeli rokok tersebut. Penurunan daya beli ini yang menyebabkan inflasi.

  1. Mencetak Banyak Uang

Bagaimana sih maksudnya mencetak banyak uang? Contoh apabila suatu Bank Sentral mencetak uang dalam jumlah yang lebih banyak maka pasti akan menimbulkan peningkatan inflasi, karena jumlah uang yang beredar sangat memiliki peran dalam menentukan harga.

Ketika masyarakat memegang terlalu banyak uang, sementara jumlah barang yang dijual tetap atau lebih sedikit, maka akan terjadi kenaikan harga barang yang menyebabkan inflasi.

 

Jadi, apa yang perlu dipersiapkan saat terjadi Inflasi di Indonesia?

Inflasi menyebabkan nilai mata uang yang terus menurun tiap tahunnya, maka dari itu mengembangkan dana sangat esensial dalam meminimalisir dampak dari inflasi. Cara mengembangkan dana dapat dilakukan melalui investasi.

Investasi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari membeli emas, properti, reksadana. Alternatif investasi yang sekarang sedang berkembang adalah Peer-to-Peer Lending (P2P Lending).

P2P Lending merupakan salah satu alternatif investasi baru yang dapat kamu coba untuk menghadapi kenaikan inflasi. Ada beberapa penyedia jasa P2P Lending Indonesia, salah satunya adalah Akseleran, yang menyediakan alternatif investasi yang mudah, aman dan menguntungkan.

Akseleran akan membantu kamu untuk mempersiapkan diri menghadapi inflasi yang setiap tahunnya selalu menggerus daya beli. Selain itu, di sini kamu bisa memulai pendanaan awal kamu hanya dengan Rp100.000 dan kamu akan dapatkan imbal hasil rata-rata di 18-21% per tahun. Khusus untuk kamu sebagai calon lender baru, kamu bisa menggunakan kode promo KONTAN2019 untuk mendapatkan modal pendanaan sebesar Rp100.000.

Yuk! Mulai lakukan pendanaan di Akseleran untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Reporter: Adv Team
Editor: indah sulistyorini
Tag

TERBARU

×