KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki usia ke-17 tahun pada 26 Februari 2026, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kian mempertegas posisinya sebagai instrumen fiskal strategis Pemerintah. Sebagai Development Finance Institution (DFI), PT SMI berperan krusial dalam menutup celah pendanaan infrastruktur nasional di luar kerangka APBN.
Berdasarkan data perusahaan hingga Desember 2025, PT SMI telah mencatatkan akumulasi komitmen pembiayaan sebesar Rp274,96 triliun. Dari komitmen tersebut, total nilai proyek yang dibiayai mencapai Rp1.183 triliun, yang diklaim telah memberikan kontribusi ekonomi sebesar Rp1.160 triliun serta menyerap 10,9 juta tenaga kerja.
Fokus Pembiayaan dan Dampak Sektoral 
Kebutuhan investasi infrastruktur nasional akan mencapai Rp47.587 triliun dalam lima tahun ke depan. Dalam merespons kebutuhan tersebut, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor strategis guna memperkuat konektivitas dan layanan publik. Beberapa capaian pembangunan lintas sektor di antaranya menghasilkan 4.603 kilometer jalan dan jalan tol, 7,9 Gigawatt energi listrik dan menambah 3.805 tempat tidur rumah sakit.
PT SMI juga fokus dalam memeratakan pembangunan daerah melalui pinjaman daerah. Hingga akhir 2025, komitmen pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp37,78 triliun. Salah satu proyek teranyar adalah pembiayaan Rp2,83 triliun untuk sembilan ruas jalan di Kabupaten Badung, Bali, guna mendukung aksesibilitas kawasan pariwisata.
Akselerasi Portofolio Hijau dan Sosial 
Sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia, PT SMI terus memperluas portofolio hijau. Komitmen untuk proyek mitigasi iklim telah mencapai Rp36,5 triliun, atau setara dengan 21,6% dari total pembiayaan perusahaan.
PT SMI tercatat telah mendukung 139 proyek energi terbarukan (EBT). Salah satu proyek signifikan adalah pendanaan senilai USD144,9 juta untuk PLTP Ijen berkapasitas 110 MW yang diproyeksikan mereduksi emisi hingga 838 ribu ton CO₂ per tahun.
Di sisi lain, inovasi pembiayaan juga menyasar sektor sosial dan ekonomi sirkular, antara lain:
- Pendidikan & Kesehatan: Dukungan Rp150 miliar untuk pengembangan Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM).
- Lingkungan: Pembiayaan Rp250 miliar untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi di Surabaya.
Dengan rekam jejak selama 17 tahun, PT SMI berupaya memposisikan diri sebagai penghubung antara kebijakan fiskal, kebutuhan pembangunan di daerah, serta peluang investasi global untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selanjutnya: Dolar AS Melemah Kamis (26/2), Optimisme Kinerja Nvidia Redam Kekhawatiran Tarif AS
Menarik Dibaca: IHSG Bisa Menguat Lagi, Simak Pilihan Saham BNI Sekuritas Kamis (26/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor: Ridwal Prima Gozal













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)